Maraknya bisnis pendidikan yang berkembang saat ini, mendorong para
pemilik lembaga pendidikan saling berlomba untuk menawarkan peluang usahanya dengan sistem kemitraan. Berbagai peluang
kerjasama seperti franchise maupun business opportunity di bidang
pendidikan, sekarang ini menjamur di berbagai daerah. Salah satu contoh pengusaha yang sukses
menjalankan bisnis pendidikan, hingga berhasil membuka ratusan cabang di
berbagai daerah Indonesia adalah Sony Sugema. Pria lulusan SMA Negeri 3 Bandung
ini, mulai menekuni bisnis pendidikan sejak ia duduk di bangku SMA. Setelah
ayahnya meninggal, ia mulai menjalankan bisnis
sampingan dengan membuka jasa les privat bagi teman-teman sekolahnya
dengan biaya Rp 5.000,00 per bulan. Dari sinilah minat Sony untuk mengajar mulai muncul. Minat
Sony untuk terjun di dunia pendidikan ternyata tidak berhenti di bangku sekolah
saja, sejak melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah (jurusan teknik mesin di
ITB), ia memutuskan untuk mengajar Matematika, Fisika, dan Kimia di salah satu
SMA swasta yang ada di Bandung. Tidak cukup satu sekolah saja, Sony juga
bekerja sebagai pengajar di beberapa bimbingan belajar. Banyaknya pengalaman yang diperoleh
Sony saat ia mengajar di berbagai lembaga pendidikan, membuatnya termotivasi
untuk membuka bisnis bimbingan belajar sendiri pada tahun 1990. Bimbingan belajar tersebut diberi nama Sony Sugema
College (saat ini lebih dikenal dengan brand SSC). Dengan modal Rp
1,5 juta, Sony gunakan untuk membayar pegawai dan menyewa sebuah ruangan
belajar bagi para siswa yang ikut bimbingan belajarnya. Pada awal usahanya, bimbingan belajar yang didirikan pria kelahiran Bandung
ini hanya fokus memberikan bimbingan intensif untuk menghadapi ujian masuk
perguruan tinggi saja. Dengan metode fastest solution dan learning is
fun, SSC berupaya untuk membantu para siswa agar dapat menyelesaikan
soal dengan cara yang mudah, dan lebih bersemangat lagi untuk mempelajari berbagai
pelajaran yang selama ini dianggap sebagai momok yang mengerikan (seperti Matematika
dan Fisika). Keberhasilan
metode yang diberikan Sony, ternyata menjadi media pemasaran yang cukup
efektif. Semakin hari jumlah siswa yang mengikuti bimbingan di SSC semakin
bertambah, sampai pada akhirnya tahun 1991 Sony memutuskan untuk membuka cabang
di Jakarta. Momen inilah yang menjadi awal perkembangan SSC hingga
akhirnya berhasil tersebar di berbagai kota yang ada di Indonesia. Kini setelah dua puluh tahun menjalankan bisnisnya,
keberhasilan Sony sudah tidak perlu diragukan lagi. Ia memiliki empat
perusahaan yang semuanya bergerak dibidang pendidikan. Dan segudang penghargaan
pun diraih Sony atas keberhasilannya dalam mengembangkan bisnis di bidang
pendidikan. Dengan tekad yang
kuat dan keberaniannya untuk bangkit dari kegagalan-kegagalan usaha sebelumnya,
Sony berhasil menjadikan SSC sebagai salah satu lembaga bimbingan
belajar ternama di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar